Berita

Pendampingan Agen Perubahan Budaya SATRIYA

Rabu Pahing, 19 Agustus 2020 14:51 WIB   Bag. Organisasi 326

foto

Budaya Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Bantul yaitu SATRIYA yang telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Bantul Nomor 56 Tahun 2018 tentang Budaya Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Bantul. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mencapai keberhasilan perubahan dalam rangka pelaksanaan refrmasi birokrasi. Budaya SATRIYA berbasis pada nilai nilai kearifan lokal DI Yogyakarta, yaitu filosofi hamemayu hayuning bawana dan ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh serta dengan semangat golong gilig.

Makna Pertama, SATRIYA dimaknai sebagai watak ksatria. Watak ksatria adalah sikap memegang teguh ajaran moral : sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab). Semangat dimaksud adalah golong gilig yang artinya semangat persatuan kesatuan antara manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia. Sifat atau watak inilah yang harus menjiwai seorang aparatur dalam menjalankan tugasnya.

Makna kedua, SATRIYA sebagai singkatan dari :

  1. Selaras
  2. Akal budi Luhur
  3. Teladan-keteladanan
  4. Rela Melayani
  5. Inovatif
  6. Yakin dan percaya diri
  7. Ahli-profesional

Untuk lebih membumikan budaya SATRIYA  aksi yang dilakukan antara lain membentuk Kelompok Budaya Pemerintahan di masing-masing instansi, menyusun aksi kerja masing-masing instansi dan juga menetapkan Agen perubahan di masing masing KBP.

Pada tanggal 19 Agustus 2020 bertempat di Mandhala Saba, komplek Parasamya bagian Organisasi Setda Kab. Bantul mengadakan kegiatan “Pendampingan Agen Perubahan Budaya SATRIYA”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Asisten Sumber Daya dan Kesra, Kepala Bagian Organisasi dan Kasubag  Ketatalaksanaan Bagian Organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi bekal ke Agen Perubahan untuk melaksanakan budaya SATRIYA di instansi masing-masing.