Audiensi dari PT Askrindo terkait bank garansi dan suretybond yang dipakai dalam proses pengadaan barang/jasa

Pemerintah Kabupaten Bantul menerima audiensi dari PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) pada Senin (13/7/2026) di Ruang Rapat Asisten Administrasi Umum. Audiensi dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur Kabupaten Bantul, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, perwakilan PT Askrindo, serta staf Bagian Perencanaan dan Keuangan.

 

Dalam pengantarnya, Bapak Isa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas disposisi Sekretaris Daerah untuk menerima audiensi dari PT Askrindo. Selanjutnya, perwakilan PT Askrindo memperkenalkan berbagai produk penjaminan yang dimiliki, yaitu Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Customs Bond, serta Asuransi Kredit Perdagangan yang saat ini masih berstatus on hold.

 

Pada kesempatan tersebut, PT Askrindo menjelaskan bahwa produk Surety Bond meliputi Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan, Jaminan Pembayaran, hingga Jaminan Keperluan Lainnya seperti jaminan sanggah. Selain itu, dipaparkan pula ketentuan pelaksanaan surety bond, mekanisme perpanjangan apabila terjadi addendum kontrak sesuai ketentuan OJK, serta skema penjaminan yang melibatkan OPD, penyedia, dan PT Askrindo.

 

Tidak hanya bergerak di bidang penjaminan pengadaan, PT Askrindo juga menyampaikan layanan asuransi untuk berbagai kegiatan atau event, salah satunya perlindungan bagi peserta Malioboro Run terhadap risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

 

Dalam sesi diskusi, peserta rapat menyampaikan bahwa pemanfaatan produk PT Askrindo selama ini telah berjalan, namun masih terdapat sejumlah kendala dalam implementasi surety bond. Salah satu masukan yang mengemuka adalah perlunya penyempurnaan regulasi agar mekanisme surety bond dapat lebih selaras dengan bank garansi. Diharapkan terdapat skema dana yang mengendap sejak tahap jaminan penawaran sehingga dapat memastikan calon penyedia memiliki kemampuan teknis dan finansial yang memadai. Langkah tersebut dinilai dapat memperkecil kesenjangan antara surety bond dan bank garansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

 

Audiensi ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada PT Askrindo atas informasi dan masukan yang diberikan. Pemerintah Kabupaten Bantul berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih tertib, akuntabel, dan mampu meminimalkan berbagai potensi risiko.