Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul menyelenggarakan Workshop Pencegahan Ekstremisme dan Radikalisme Berbasis Agama bagi pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bantul pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Wos Sewon dan dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan serta keagamaan.
Workshop ini dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantul, Balai Pendidikan Menengah (Balidikmen) Bantul, Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, serta perwakilan kepala sekolah SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bantul.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Bantul dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Kabupaten Bantul kepada MUI Kabupaten Bantul dalam menjalankan tugas pembinaan mental dan spiritual masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran agar pelajar tidak mudah terpengaruh paham ekstremisme maupun radikalisme,” ujarnya.
Melalui workshop ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta memahami ajaran agama secara damai dan moderat. Kegiatan juga menjadi sarana dialog antara pelajar dengan narasumber dari unsur keagamaan dan pendidikan.
Selain itu, workshop ini bertujuan membangun peran aktif pelajar sebagai pelopor penyebaran nilai-nilai keagamaan yang moderat, toleran, dan berkarakter. Para pelajar diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, serta berakhlak mulia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam upaya mencegah berkembangnya paham ekstremisme dan radikalisme di lingkungan pelajar.
